SEJARAH BK DI AMERIKA DAN DI INDONESIA
MAKALAH
SEJARAH BIMBINGAN DAN KONSELING DI AMERIKA DAN DI INDONESIA
TUGAS KELOMPOK
Disusun
sebagai salah satu Tugas Mata Kuliah Dasar-Dasar
Bimbingan dan Konseling
yang
diampu oleh : Muwakhidah, S.Pd., M.Pd.
Oleh:
KELAS A2
1.
Siti Nur Mahmudah (165000011)
2.
Yulanda Kusuma Wadanti (165000034)
3.
Erna Ilmiati (165000047)
4.
Alfin Angga Mahendra W (165000079)
UNIVERSITAS PGRI ADI BUANA
FAKULTAS KEGURUA DAN ILMU PENDIDIKAN
PROGRAM STUDI BIMBINGAN DAN KONSELING
2017
KATA PENGANTAR
Puji syukur
kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmatNYA sehingga makalah ini dapat
tersusun hingga selesai .
Harapan
kami semoga makalah ini dapat menambah pengetahuan dan pengalaman bagi para
pembaca, dan untuk ke depannya dapat
memperbaiki bentuk maupun menambah isi makalah agar menjadi lebih baik lagi.
Karena
keterbatasan pengetahuan maupun pengalaman,
kami menyadari sepenuhnya bahwa masih ada kekurangan
baik dari segi susunan kalimat maupun tata bahasanya. Oleh karena itu kami sangat mengharapkan
saran dan kritik yang membangun dari pembaca demi kesempurnaan makalah ini.
Akhir kata semoga makalah ini dapat
memberikan manfaat kepada pembaca, khususnya bagi mahasiswa UNIPA SURABAYA.
Penyusun
Surabaya, Maret 2017
DAFTAR
ISI
Cover ……………………………………………………………………………...1
KATA
PENGANTAR.............................................................................................2
DAFTAR
ISI…………………………....................................................................3
BAB
I PENDAHULUAN
A.
Latar belakang
.............................................................................................4
B.
Rumusan
masalah.........................................................................................5
C.
Tujuan
.........................................................................................................5
BAB
II PEMBAHASAN
A.
Sejarah bimbingan dan
konseling di Amerika.............................................6
B.
Sejarah Bimbingan dan
Konseling di Indonesia..........................................7
BAB
III PENUTUP
A.
Kesimpulan................................................................................................13
DAFTAR
PUSTAKA …………………………………………………………...14
BAB
I
PENDAHULUAN
A.
LATAR
BELAKANG
Bimbingan
adalah suatu proses pemberian
bantuan dan konseling adalah hubungan pribadi yang dilakukan secara tatap muka
atau tidak antara dua orang atau lebih, jadi bimbingan dan konseling adalah
layanan atau bantuan yang diberikan kepada peserta didik baik perorangan atau
kelompok agar mampu mandiri dan berkembang secara optimal dalam bidang pribadi,
sosial, belajar, karier, keluarga, dan keagamaan melalui berbagai jenis layanan
dan kegiatan pendukung berdasarkan norma norma yang berlaku. Makalah ini akan membahas tentang sejarah Bimbingan dan Konseling
di Amerika dan sejarah Bimbingan dan Konseling di Indonesia.
Munculnya
Bimbingan dan Konseling di Amerika pada awal abad XX merupakan tuntunan logis
dari dinamika masyarakat Amerika ketika itu. Sebagaimana diketahui bahwa
pandangan hidup masyarakat Amerika dan Barat pada umumnya bersumber dari
budayanya yang sekuler dan liberal. Sebab
itu filosofi dari Bimbingan Konseling di sana juga tak terlepas dari faham
sekuler dan liberal. Sejarah lahirnya bimbingan dan konseling di indonesia
diawali dari dimasukannya bimbingan dan konseling (dulunya bimbingan dan
penyuluhan) di lingkungan sekolah. Pemikiran ini diawali sejak tahun 1960.
B. RUMUSAN MASALAH
1.
Sejarah Bimbingan dan
Konseling di Amerika
2.
Sejarah Bimbingan dan
Konseling di Indonesia
C. TUJUAN
1.
Untuk mengetahui sejarah
bimbingan dan konseling di Amerika
2.
Untuk mengetahui
sejarah bimbingan dan konseling di Indonesia
3.
Untuk menyelesaikan
tugas kelompok mata kuliah Dasar-Dasar
Bimbingan dan Konseling
BAB
II
PEMBAHASAN
A.
Sejarah
Bimbingan dan Konseling di Amerika
Bimbingan
dan Konseling sebagai profesi pertama kali lahir di Amerika pada awal abad XX,
yaitu ketika Frank Person membuka klinik di Boston untuk memberi pengarahan
kepada para pemuda untuk memperoleh pekerjaan yang sesuai. Pada tahun 1950 an
bidang ini mengalami perkembangan yang sangat pesat, bukan hanya dalam bidang
pekerjaan tetapi merambah pada bidang pendidikan. Dari segi wilayah geografis, bimbingan dan
konseling tidak lagi terbatas hanya di Amerika, tetapi berkembangan menjalar ke
Eropa, Asia, Afrika, Amerika Selatan dan Australia. Tahun 1970-1980 bimbingan
dan Konseling masuk ke dalam kurikulum Sekolah Menengah di negeri-negeri yang
mengambil sistem pendidikan Barat. Munculnya Bimbingan dan Konseling di Amerika
pada awal abad XX merupakan tuntunan logis dari dinamika masyarakat Amerika
ketika itu. Sebagaimana diketahui bahwa pandangan hidup masyarakat Amerika dan
Barat pada umumnya bersumber dari budayanya yang sekuler dan liberal. Oleh
karena itu filosofi dari Bimbingan dan
Konseling
di sana juga tak terlepas dari faham sekuler dan liberal.
Meskipun
konsepsi Bimbingan dan Konseling di Barat dilahirkan oleh para ahli yang tak
diragukan kapasitasnya, tetapi konsep-konsep yang boleh jadi cocok untuk
masyarakat Barat tidak otomatis dapat diterapkan pada masyarakat lain,
masyarakat Islam misalnya. Kesulitan menerapkan prinsip-prinsip Bimbingan dan
Konseling Barat di lingkungan masyarakat Islam disebabkan oleh falsafah hidup
yang berbeda. Layanan bimbingan di Amerika Serikat mulai diberikan oleh Jesse
B. Davis pada sekitar tahun 1898-1907. Beliau bekerja sebagai konselor sekolah
menengah di Detroit. Dalam
waktu sepuluh tahun, ia membantu mengatasi masalah-masalah pendidikan, moral,
dan jabatan siswa. Pada tahun 1908, Frank Parsons mendirikan Vocational Bureau untuk
membantu para remaja memilih pekerjaan yang cocok bagi mereka.
Tahun
1910, William Healy mendirikan Juvenile Psychopathic Institut di Chicago. Tahun
1911, Universitas Harvard memberikan kuliah bidang bimbingan jabatan dengan
dosennya Meyer Blomfield. Tahun 1912, Grand Rapids, Michigan mendirikan lembaga
bimbingan dalam sistem sekolahnya.
Perkembangan
bimbingan dan konseling di Amerika Serikat sangat pesat pada awal tahun 1950.
Hal ini ditandai dengan berdirinya APGA (American Personal and Guidance Association)
pada tahun 1952. Selanjutnya, pada bulan Juli 1983 APGA mengubah namanya
menjadi AACD (American Association for Counseling and Development). Kemudian,
satu organisasi lainnya bergabung pula dengan AACD, yaitu Militery Education
(MECA). Dengan demikian, pada saat ini AACD merupakan organisasi profesional
bagi para konselor di Amerika Serikat, dengan 14 divisi (organisasi khusus)
yang tergabung di dalamnya. Di samping itu, pada setiap negara bagian atau
wilayah tertentu terdapat semacam cabang dari masing-masing organisasi
tersebut.
Sebagai
suatu organisasi profesi, AACD ataupun organisasi-organisasi divisinya
mengeluarkan jurnal-jurnal secara berkala. Jurnal-jurnal tersebut di antarnya
(1) Journal of Counseling and Development; (2) Journal of College Student
Personnel; (3) Counselor Education and Supervision; dan (4) The Career
Development Quarterly.
B. Bimbingan Dan Konseling
di Indonesia
Sejarah
lahirnya bimbingan dan konseling di indonesia diawali dari dimasukannya
bimbingan dan konseling (dulunya bimbingan dan penyuluhan) di lingkungan
sekolah. Pemikiran ini diawali sejak tahun 1960. Hal ini merupakan salah satu
hasil konferensi fakultas keguruan dan ilmu pendidikan (FKIP yang kemudian
menjadi IKIP) di Malang tanggal 20-24 agustus 1960.
Pada perkembangan berikutnya, yakni
pada tahun 1964, IKIP Bandung dan IKIP Malang mendirikan jurusan Bimbingan dan
penyuluhan. Pada tahun 1971, berdiri proyek printis sekolah pembangunan (PPSP) )
pada delapan IKIP yaitu IKIP Padang, IKIP Jakarta, IKIP Bandung, IKIP Yogyakarta,
IKIP Semarang, IKIP Surabaya, IKIP Malang, dan IKIP Menado. Melalui proyek ini
Bimbingan dan Penyuluhan dikembangkan, juga berhasil disusun “Pola Dasar
Rencana dan Pengembangan Bimbingan dan Penyuluhan “pada PPSP. Lahirnya
Kurikulum 1975 untuk Sekolah Menengah Atas didalamnya memuat Pedoman Bimbingan
dan Penyuluhan. Tahun 1978 diselenggarakan program PGSLP dan PGSLA Bimbingan
dan Penyuluhan di IKIP (setingkat D2 atau D3) untuk mengisi jabatan Guru
Bimbingan dan Penyuluhan di sekolah yang sampai saat itu belum ada jatah
pengangkatan guru BP dari tamatan S1 Jurusan Bimbingan dan Penyuluhan.
Pengangkatan Guru Bimbingan dan Penyuluhan di sekolah mulai diadakan sejak
adanya PGSLP dan PGSLA Bimbingan dan Penyuluhan. Keberadaan Bimbingan dan
Penyuluhan secara legal formal diakui tahun 1989 dengan lahirnya SK Menpan No
026/Menp an/1989 tentang Angka Kredit bagi Jabatan Guru dalam lingkungan
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Di dalam Kepmen tersebut ditetapkan
secara resmi adanya kegiatan pelayanan bimbingan dan penyuluhan di sekolah.
Akan tetapi pelaksanaan di sekolah masih belum jelas seperti pemikiran awal
untuk mendukung misi sekolah dan membantu peserta didik untuk mencapai tujuan
pendidikan mereka.
Sampai tahun 1993 pelaksanaan
Bimbingan dan Penyuluhan di sekolah tidak jelas, parahnya lagi pengguna
terutama orang tua murid berpandangan kurang bersahabat dengan BP. Muncul
anggapan bahwa anak yang ke BP identik dengan anak yang bermasalah, kalau orang
tua murid diundang ke sekolah oleh guru BP dibenak orang tua terpikir bahwa
anaknya di sekolah mesti bermasalah atau ada masalah. Hingga lahirnya SK Menpan
No. 83/1993 tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya yang di
dalamnya termuat aturan tentang Bimbingan dan Konseling di sekolah. Ketentuan
pokok dalam SK Menpan itu dijabarkan lebih lanjut melalui SK Mendikbud No
025/1995 sebagai petunjuk pelaksanaan Jabatan Fungsional Guru dan Angka
Kreditnya. Di Dalam SK Mendikbud ini istilah Bimbingan dan Penyuluhan diganti
menjadi Bimbingan dan Konseling
di
sekolah dan dilaksanakan oleh Guru Pembimbing. Di sinilah pola pelaksanaan
Bimbingan dan Konseling di sekolah mulai jelas.
Fase –
fase perkembembangan Bimbingan dan Konseling di Indonesia
1. Perkembangan
bimbingan dan konseling sebelum kemerdekaan
Masa ini merupakan masa penjajahan Belanda dan Jepang,
para siswa didiik untuk mengabdi demi kepentingan penjajah. Dalam situasi
seperti ini, upaya bimbingan dikerahkan. Bangsa Indonesia berusaha untuk
memperjuangkan kemajun bangsa Indonesia melalui pendidikan. Salah
satunya adalah taman siswa yang dipelopori oleh K.H. Dewantara yang menanamkan
nasionalisme di kalangan para siswanya. Dari sudut pandang bimbingan, hal
tersebut pada hakikatnya adalah dasar bagi pelaksanaan bimbingan.
2. Dekade
40-an
Dalam bidang pendidikan, pada dekade 40-an lebih
banyak ditandai dengan perjuangan merealisasikan kemerdekaan melalui
pendidikan. Melalui pendidikan yang serba darurat manakala pada saat itu di
upayakan secara bertahap memecahkan masalah besar anatara lain melalui pemberantasan
buta huruf. Sesuai dengan jiwa pancasila dan UUD 45. Hal ini pulalaah yang
menjadi fokus utama dalam bimbingan pada saat itu.
3. Dekade
50-an
Bidang pendidikan menghadapi tentangan yang amat besar
yaitu memecahkan masalah kebodohan dan keterbelakangan rakyat Indonesia.
Kegiatan bimbingan pada masa dekade ini lebih banyak tersirat dalam berbagai
kegiatan pendidikan dan benar benar menghadapi tantangan dalam membantu siswa
disekolah agar dapat berprestasi.
4. Dekade
60-an
Ada beberapa peristiwa penting dalam pendidikan pada
dekade ini:
a.
Ketetapan MPRS tahun 1966 tentang dasar
pendidikan nasional
b.
Lahirnya kurikulum SMA gaya Baru 1964
c.
Lahirnya kurikulum 1968
d.
Lahirnya jurusan bimbingan dan konseling
di IKIP tahun 1963membuka Jurusan Bimbingan dan Penyuluhan yang sekarang
dikenal di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) dengan nama Jurusan Psikologi
Pendidikan dan Bimbingan (PPB).
Keadaan diatas memberikan tantangan bagi keperluan
pelayanan bimbinga dan konseling disekolah.
5. Dekade
70-an
Dalam dekade ini bimbingan di upayakan aktualisasi nya
melalui penataan legalitas sistem, dan pelaksanaannya. Pembangunan pendidikan
terutama diarahkan kepada pemecahan masalah utama pendidikan yaitu :
a.
Pemerataan kesempatan belajar,
b.
Mutu,
c.
Relevansi, dan
d.
Efisiensi.
Pada dekade ini, bimbingan dilakukan secara
konseptual, maupun secara operasional. Melalui upaya ini semua pihak telah
merasakan apa, mengapa, bagaimana, dan dimana bimbingan dan konseling.
6. Dekade
80-an
Pada dekade ini, bimbingan ini diupayakan agar mantap.
Pemantapan terutama diusahakan untuk menuju kepada perwujudan bimbingan yang
professional. Dalam dekade 80-an pembangunan telah memasuki Repelita III, IV,
dan V yang ditandai dengan menuju lepas landas.
Beberapa upaya dalam pendidikan yang dilakukan dalam
dekade ini:
a.
Penyempurnaan kurikulum
b.
Penyempurnaan seleksi mahasiswa baru
c.
Profesionalisasi tenaga pendidikan dalam
berbagai tingkat dan jenis
d.
Penataan perguruan tinggi
e.
Pelaksnaan wajib belajar
f.
Pembukaan universitas terbuka
g.
Lahirnya Undang – Undang pendidikan
nasional
Beberapa kecenderungan yang dirasakan pada masa itu
adalah kebutuhan akan profesionalisasi layanan, keterpaduan pengelolaan, sistem
pendidikan konselor, legalitas formal, pemantapan organisasi, pengmbangan
konsep – konsep bimbingan yang berorientasi Indonesia, dsb.
7. Meyongsong
era Lepas landas
Era lepas landas mempunyai makna sebagai tahap
pembangunan yang ditandai dengan kehidupan nasional atas kemampuan dan kekuatan
sendiri khususnya dalam aspek ekonomi. Cirri kehidupan lepas landas ditandai
dengan keberadaan dan berkembang atas dasar kekuatan dan kemampuan sendiri,
maka cirri manusia lepas landas adalah manusia yang mandiri secara utuh dengan
tiga kata kunci : mental, disiplin, dan integrasi nasional yang diharapkan
terwujud dalam kemampuannya menghadapi tekanan – tekanan zaman baru yang
berdasarkan peradaban komunikasi informasi.
8. Bimbingan
berdasarkan pancasila
Bimbingan mempunyai peran yang amat penting dan
strategis dalam perjalanan bangsa Indonesia secara keseluruhan. Manusia
Indonesia yang dicita-citakan adalah manusia pancasila dengan cirri-ciri
sebagaimana yang terjabar dalam P-4 sebanyak 36 butir bagi bangsa
Indonesia, pancasila merupakan dasar Negara, pandangan hidup, kepribadian
bangsa dan idiologi nasional. Sebagai bangsa, pancasila menuntut bangsa
Indonesia mampu menunjukkan ciri-ciri kepribadiannya ditengah-tengah pergaulan
dengan bangsa lain. Bimbingan sebagai bagian yang tak terpisahkan dari
pendidikan dan mempunyai tanggung jawab yang amat besar guna mewujudkan manusia
pancasila karena itu seluruh kegiatan bimbingan di Indonesia tidak lepas dari
pancasila.
BAB III
PENUTUP
Bimbingan dimulai pada abad 20 di amerika
dengan didirikannya suatu vocational bureau tahun 1908 oleh Frank Parsons yang
utuk selanjutnya dikenal dengan nama the father of guidance yang menekankan
pentingnya setiap individu diberikan pertolongan agar mereka dapat mengenal
atau memahami berbagai perbuatan dan kelemahan yang ada pada dirinya
dengan tujuan agar dapat dipergunakan secara intelijensi denga memilih
pekerjaan yang terbaik yang tepat bagi dirinya.
Pelayanan Konseling dalam sistem pendidikan Indonesia mengalami beberapa
perubahan nama. Pada kurikulum 1984 semula disebut Bimbingan dan Penyuluhan
(BP), kemudian pada Kurikulum 1994 berganti nama menjadi Bimbingan dan Konseling (BK) sampai dengan sekarang. Layanan BK sudah mulai
dibicarakan di Indonesia sejak tahun 1962. Namun BK baru diresmikan di sekolah
di Indonesia sejak diberlakukan kurikulum 1975. Kemudian disempurnakan ke dalam
kurikulum 1984 dengan memasukkan bimbingan karir didalamnya. Perkembangan BK
semakin mantap pada tahun 2001. Dalam perkembangan sejarah Bimbingan di Indonesia
mengalami beberapa fase, diantaranya yaitu :
1.
Sebelum kemerdekaan
2.
Dekade 40-an
3.
Dekade 60-an
4.
Dekade 70-an
5.
Dekade 80-an
6.
Menyongsong era
lepas landas
7.
Berdasarkan
pancasila
DAFTAR PUSTAKA
Sulistrayani; Jauhar,
Muhammad. 2014. Dasar-Dasar Konseling.
Jakarta: Prestasi Pustaka
Wardati;
Jauhar, Muhammad. 2011. Implementasi
Bimbingan dan Konseling di Sekolah. Jakarta. Prestasi Pustaka

Komentar
Posting Komentar